Ketahui Definisi Hingga Kelebihan Rumah Tapak
Berbicara mengenai tempat tinggal, rumah tapak kerap menjadi pilihan. Jika dibandingkan dengan apartemen, rumah tapak relatif lebih murah dan nyaman ditempati sehingga diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Namun, apa itu rumah tapak? Apa saja kelebihan dan kekurangannya jika dibandingkan dengan jenis tempat tinggal lainnya? Yuk, kenali definisi rumah tapak lebih lanjut.
Apa Itu Rumah Tapak? Ketahui Definisi Hingga Kelebihan Rumah Tapak
Rumah tapak adalah hunian yang dibangun langsung di atas tanah dan dapat berdiri secara mandiri tanpa hitungan tingkat. Rumah tapak (landed house) terdiri dari berbagai tipe, konsep, dan luas yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Tak heran jika landed house banyak diincar, bahkan saat properti belum selesai dibangun.
Hal yang membedakannya dengan apartemen adalah letak bangunan. Apartemen terletak di gedung bertingkat atau lebih dikenal dengan hunian vertikal.
Perbedaan lainnya adalah status kepemilikan. Rumah tapak banyak diminati karena memiliki status kepemilikan terhadap lahan rumah atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Sementara apartemen atau rumah susun memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau SHM SRS (Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun).
Kelebihan & Kekurangan Rumah Tapak
Rumah tapak banyak diminati oleh masyarakat bukan tanpa sebab. Berikut ini kelebihan dan kekurangan rumah tapak untuk menjadi pertimbangan Anda.
Kelebihan Rumah Tradisional Ketimbang Apartemen
Status kepemilikan rumah dan lahan: Saat Anda membeli rumah tapak, Anda mendapatkan kepemilikan terhadap lahan rumah, berbeda dengan apartemen yang hanya memberikan hak guna bangunan atau hak milik atas satuan unitnya saja.
Bebas renovasi rumah: Anda bisa bebas merenovasi atau mendesain rumah sesuai dengan gaya yang diinginkan selama mengikuti peraturan dan UU setempat. Sementara rumah susun dan apartemen memiliki standar desain yang ditentukan oleh pengelola.
Bisa dijadikan investasi jangka panjang: Landed house cenderung lebih mudah diperjualbelikan dan memiliki harga tanah yang cenderung naik. Hal ini membuat rumah tapak bisa dijadikan investasi jangka panjang.
Perawatan rumah lebih mudah dan murah: Ada beberapa biaya yang perlu Anda keluarkan setiap bulan, seperti listrik, air, iuran keamanan, dan kebersihan. Namun, jika tinggal di apartemen, Anda juga perlu membayar fasilitas gedung yang nominalnya cukup besar.
Memiliki garasi sendiri: Landed house umumnya memiliki garasi pribadi dan halaman rumah yang bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau.
Bisa memelihara hewan: Berbeda dengan apartemen yang memiliki keterbatasan untuk memelihara hewan, rumah tapak memiliki keunggulan bisa memelihara hewan peliharaan karena tidak ada batasan atau aturan yang mengikat.
Kekurangan Rumah Tapak – Ketahui Definisi Hingga Kelebihan Rumah Tapak
Harga yang semakin mahal dan lahan terbatas: Harga rumah tapak yang semakin mahal dan lahan yang terbatas membuat rumah tapak kerap dibangun berdekatan dengan rumah lainnya sehingga sangat padat untuk ditempati.
Sistem keamanan bergantung pada lingkungan: Sistem keamanan sangat bergantung pada koordinasi lingkungan atau peraturan RT. Jika kurang memadai, rumah tapak rawan mengalami kriminalitas.
Perawatan mandiri: Jika rumah mengalami kebocoran, sistem kelistrikan rusak, dan lainnya, Anda harus menangani sendiri. Berbeda dengan apartemen yang memiliki tim pemeliharaan khusus.
Tips Memilih Rumah Tapak
Landed house memiliki banyak kelebihan yang bisa menjadi pertimbangan Anda. Jika Anda lebih memilih rumah tapak daripada apartemen, berikut ini beberapa tips yang bisa jadi pertimbangan agar tak menyesal di kemudian hari.
Pertimbangkan lokasi rumah yang akan dibeli: Baik membeli atau menyewa rumah, pertimbangkan selalu lokasi rumah. Ada beberapa hal penting, seperti apakah daerah tersebut bebas banjir atau tidak, aman dari kriminalitas, akses rumah, fasilitas umum, lingkungan, hingga jarak rumah dengan lokasi kerja atau usaha.
Mengetahui material bangunan: Jika Anda membeli rumah baru, developer akan memberikan informasi mengenai material bangunan yang digunakan. Hal ini akan membantu Anda memperkirakan usia rumah sebelum akhirnya melakukan renovasi pertama. Pastikan mengetahui material bangunan secara spesifik.
Harga dan skema pembayaran: Harga rumah dan skema pembayaran menjadi hal penting sebelum membeli rumah. Pastikan harga rumah sesuai dengan fasilitas dan kualitas yang didapatkan. Pertimbangkan juga skema pembayaran, apakah ingin membeli rumah cash atau dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).